(Lyrics) Girls’ Generation – Dancing Queen

[Tiffany] Girls’? [Jessica] Generation
[Tiffany] Let?’s dance
[Tiffany/Jessica] Hit the beat and take it to the fast line

[All] Yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah

[Taeyeon] Mudae wi neoreul cheoeum bwasseul ttae
Nae juwie sigandeureun modu meomchugo gaseumman ttwieo

[Yoona] Pyeongbeomhan naui insaengeul bakkwojun
Neon naui daensing kwin
[Tiffany] Jiruhan naui ilsangeul kkaewojun harutbamui party

[All] Nae mameul sarojamneun daensing geu hwaryeohan somssi
Neoui geu igijeogin maepsi geu ajjilhan sexy
[Seohyun] Sum makhil deut hae yeah yeah

[Jessica] Hanchameul jina naega mudae wieseo
Geuttae geudaecheoreom chumchugo noraehae
Machi kkumgata.. Jeongmallo

[Sunny] Pyeongbeomhan naui insaengeul bakkwojun
Neon naui dancing queen
[Yuri] Jiruhan naui ilsangeul kkaewojun harutbamui kkum

[All] Nae mameul sarojamneun daensing geu hwaryeohan somssi
Neoui geu igijeogin maepsi geu ajjilhan sexy
[Jessica]Rideume momeul matgyeo na yeah

[Yoona] Neon naui dancing queen
[Sooyoung] nuga mworaedo yeongwonhi

[Hyoyeon] Nae maeumsogui seuta
[Taeyeon] Neon naui hero neon naui hero neon naui hero

[Tifany] Dancing, [Seohyun] geu hwaryeohan dancing
[Jessica] Ni igijeogin maepsi geu ajjilhan sexy
[Tiffany] Rideume momeul matgyeo na yeah

[All] Nal sarojabeun dancing ni geu hwaryeohan somssi
Geu igijeogin maepsi ajjilhan sexy
[Taeyeon] Sum makhil deutan neo yeah

[All] Dancing dancing
Show me now show me now
Bring it on

[All] Party jeormeumeul bultaeul dancing party
Modu da hamkke hae party
Jeormeumeul bultaeul dancing partyGambar

Iklan

Contoh Cerpen Kepahlawanan

Ini cerpen hasil karya sendiri. Cuman ingin berbagi, sapa tau bisa membantu. Jika ingin copas, please sertakan ‘source’!!

 

Batasan dan Perbedaan

 

            Langit teduh kebiruan memayungi dusun terpencil di lembah sunyi itu. Siang hari, matahari bersinar cerah menembus celah-celah rimbun dedaunan. Demikian sejuk angin yang berembus dari bukit-bukit yang mengelilingi dusun itu hingga di siang hari pun di bawah pohon adalah tempat favorit para warga melepas penat sehabis beraktivitas.

            Dusun Jati, begitulah orang menyebutnya. Tanah kelahiranku yang selalu kurinduhkan saat aku memutuskan menetap di Ibu Kota mengikuti suami tercinta.

~@®@~

            “Ibu sudah bilang, jangan bermain di rumah budhe Ira lagi!”

            “Tapi kenapa bu?”

            “Apa Tari lupa kalau Budhe Ira sedikit terganggu pikirannya setelah ditinggal meninggal Pakde Kun?”

            “Tari mana lupa hal itu.”

            “Lalu kenapa Tari masih juga bermain di sana?”

            “Budhe Ira kasihan, bu. Dia sendirian di rumahnya yang sepi itu.”

            “Ibu hanya takut kalau sampai Tari di apa-apakan Budhe Ira saat dia kumat.”

            “Memangnya kenapa Pakde Kun sampai meninggal bu?

            “Pakde Kun seorang Dokter, beliau bekerja di Ibu Kota yang jauh dari dusun kita ini. Tapi suatu hari Budhe Ira menangis dan menjerit sejadi-jadinya setelah tau peti Pakde Kun ada tepat di depan rumahnya.”

            “Kenapa Tari tak ingat kejadian itu, bu?”
            “Tari saat itu masih berumur 3 tahun, sayang.”

            “Apa tinggal di Ibu Kota bisa meninggal bu?”

            “Haha, bukan seperti itu maksud ibu. Pakde bukan hanya bekerja berdiam diri di Rumah sakit, tapi Pakde juga aktif berjuang mengobati orang sakit di luar Negeri yang terjebak perang.”

            “Kalau dewasa nanti Tari tak ingin punya suami dokter, bu. Tari takut.”

            “Iya, Ibu mengerti.”

~@®@~

            “Tar, mulai minggu depan aku akan ditugaskan di Ibu kota. Jaga kesehatanmu baik-baik!” Mas Deni menjatuhkan diri di sofa keras milik kami.

            Sudah genap sebulan ini aku dan Mas Deni menjalani hidup seatap sebagai pasangan suami istri. Aku yang hanya seorang guru TK yang siapa sangka dapat bertemu Mas Deni saat mengantar siswaku yang pingsan tiba-tiba. Dinding puskesmas bercat cream yang telah dipenuhi bercak coklat akibat merembesnya air hujan menjadi saksi awal bertemunya aku dan Mas Deni. Tak pernah terpikir olehku akan menjadi istri seorang Dokter. Hal yang paling aku benci dan hindari sekarang mendadak memeluk dan memasuki tubuhku serta kehidupanku secara paksa. Takdir. Itulah sebuah keajaiban yang harus kupatuhi meskipun aku menolak dan menghindarinya sekuat tenaga.

            Mas Deni mengapai tangan kiriku dan mengenggamnya kuat. Seakan menyalurkan kekuatannya bahwa hari esok nanti akan baik-baik saja, meskipun untuk sementara waktu aku tak akan membuatkan sarapan, makan siang ataupun makan malam untuk 2 porsi. Jelas, untuk aku satu dan untuk Mas Deni satu. Bagaimana kalau bukan sementara? Bagaimana kalau Mas Deni pergi dan tak kan kembali?

            Itulah yang menjadi momok saat aku memutuskan menerima lamarannya 1 bulan yang lalu. Mengikhlaskan seluruh hidupku untuk menemaninya. Mengingkari janji saat kecilku pada Ibu jika dewasa nanti tak ingin menikah dengan seorang dokter. Dan terakhir yang membuatku takut setengah mati, aku benar-benar takut Mas Deni mengatakan kata itu. Aku rela jika Mas Deni memarahiku ataupun mengatakan kata yang menyinggungkan. Tapi jangan mengatakan kata itu, kata dia akan meninggalkanku. Apakah semua istri seorang dokter akan mengalami nasib sepertiku?

            “Masa percobaannya cuma 6 bulan setelah itu aku kembali, tapi…” Mas Deni menggantungkan ucapannya. Aku meneguk ludahku dalam.

            “Aku tak boleh pulang kemari lagi. Karena sepenuhnya aku harus rela tinggal di sana.” Lanjut Mas Deni sambil menatapku memelas. Aku tersenyum kecut.

            “Ok! Aku mengijinkan Mas pergi, tapi ijinkan juga aku tinggal di Ibu kota!” Sekilas wajah Mas Deni terlihat kaget dengan ucapanku. Setelahnya ia tersenyum dan memelukku “Baiklah” gumamnya tepat di telingaku.

~@®@~

            Bukan hal yang baru aku melangkahkan kaki di Ibu kota. Saat mengambil kuliah, aku memutuskan untuk belajar di Universitas Gajah Mada. Aku telah membulatkan tekad, meninggalkan dusun yang tenang dan damai juga keluarga tercinta hanya untuk memastikan Mas Deni baik-baik saja di sini. Dan juga mencoba hal baru dengan hidup di keramaian yang pernah aku alami saat masa kuliah.

            Setelah pindah, aku memutuskan untuk bekerja di rumah saja. Membuka toko kelontong bukan hal yang buruk. Dan Mas Deni? Ia juga baik-baik saja dengan pekerjaannya.

            “Jika aku harus pergi ke luar benua apa Tari juga akan mengikutiku?” tiba-tiba Mas Deni menanyakan hal aneh itu padaku. Dengan cepat aku meresponnya.

            “Tentu saja, bahkan sampai di lubang semut sekalipun, Mas.” Ia tersenyum mendengarnya. Aku tak tau apa yang akan dia rencanakan sekarang. Aku hanya berdoa semoga semuanya berjalan dengan baik.

            Benar saja, setelah 6 bulan berlalu tak pernah terpikir olehku akan muncul kata-kata dari bibir Mas Deni yang membuat kakiku serasa melayang.

            “Uji coba 6  bulan telah berlalu, sekarang pekerjaanku yang sebenarnya akan dimulai.”

            Begitu lembut ia mengatakannya, tapi tetap saja itu membuat hatiku mencelos begitu saja. Tak tanggung-tanggung yang ia katakan. Kamboja. Negara yang kutau dari Mas Deni sedang terjebak perang. Ia akan memberikan segalanya di sana, tak peduli dengan istri ataupun keluarganya. Bahkan pernikahan kita belum genap setahun.

            “Apa tak cukup dengan pergi tengah malam demi pasien? Pasien di sini sudah merepotkan, mas. Apalagi pasien di sana.” Egoisku muncul. Aku tak sanggup mendengar kata ‘Pergi’ lagi.

            “Bahkan aku ingin melakukan lebih dari ini, Tar.” Aku tertegun heran. Mas Deni menuntunku duduk di pinggir kasur.

            “Dulu aku ingin menjadi tentara. Berangkat dengan nama baik negara dan pulang dengan nama baik keluarga. Tapi takdir memutuskan untuk menjadi dokter.”

            “Di sini banyak yang membutuhkanmu, mas. Buat apa harus pergi sejauh itu?” Mataku mulai memanas.

            “Hanya seperti ini aku merasa seperti tentara. Inilah panggilan jiwaku, Tar.”

            “Kalau begitu aku harus ikut! Harus!”

            “Kali ini jangan!” Akhirnya air mataku lolos. Aku semakin menangis melihat Mas Deni dengan cekatan memasukkan bajunya ke dalam tas.

            “Tapi kenapa, mas?” tanyaku lirih dan hampir tak terdengar. Rasa takut itu kembali muncul dalam benakku. Berputar-putar dan memenuhi pikiranku.

            “Apa ada seorang tentara membawa istrinya di medan perang?”

            “Lihat kenyataan, mas! Kau itu hanya dokter, tak lebih. Aku bisa membantumu di sana.” Ku kuatkan hatiku.

            “Aku hanya ingin ada yang mau mendoakanku dari sini dan menungguku pulang dengan selamat. Tari pasti akan mengerti suatu saat nanti.” Mas Deni mengecup keningku. Aku hanya bisa menangis dan menangis. Menyerah pada keinginannya.

~@®@~

            Kubersihkan alat-alat logam yang telah kusam ini. Terlihat bercak kecil berkarat namun nampak jelas di bagian sisi-sisinya. Dan pasti kau akan merasakan dingin yang khas jika alat ini menyentuh kulit dadamu. Dan telah menjadi rutinitasku berkutat dengan beberapa alat yang seharusnya berada di Rumah sakit ini. Teringat kembali siapa pemiliknya dan kugapai selembar kertas dengan tulisan ‘Penghargaan’ di bagian atasnya yang di cetak tebal yang berada di dekat alat-alat tadi.

            Tertulis nama ‘Dwi Deni Wibowo’ di sana. Akhirnya cita-citanya terwujud. “Berangkat dengan nama baik negara dan pulang dengan nama baik keluarga.” Niatan yang sungguh mulia. Dan aku baru menyadarinya saat ia hanya pulang dengan nama. Meninggalkan istri yang tengah mengandung janin yang baru genap berumur 1 bulan. Kesalahanku adalah tak membiarkan ia tau bahwa aku sedang mengandung anaknya. Tapi jika dia tau, apakah ia akan tetap di sini? Entahlah.

            “Ibu, Satria sudah menunggu.” Kudongakkan kepalaku, menatap putri semata wayangku yang tengah tersenyum. Matanya yang teduh itu sungguh persis ayahnya. Mata itu yang membuatku jatuh cinta. Ia mengenggam tanganku. Dan menuntunku ke ruang tamu. Menuju pemuda yang dicintainya. Mungkin mereka meminta izin untuk bertunangan atau mungkin, menikah.

            “Maaf nak sudah menunggu.”

            “Tak apa-apa bu.” Pemuda ini menyalamiku dan duduk di sampingku. Sopan sekali perilakunya.

            “Jadi apa pekerjaanmu, nak?” Aku juga seorang ibu yang hanya ingin melihat anakku bahagia di masa depan. Tak lebih. Ia hanya tersenyum dan malah memandang anakku. Sekilas aku juga ikut menatap Jihanku. Dan ada apa ini? Jihan hanya menunduk.

            “Ada apa, han? Hmm?”

            “Satria adalah calon dokter, bu.” Ucapnya lirih. Ku genggam tangannya erat. Aku tau, Jihan terlalu memikirkan perasaanku. Ia tak ingin melihatku terluka dengan masa lalu ayahnya sendiri. Dan ia melihat sendiri sebuah peti dengan berpuluh-puluh orang memasuki rumah sederhana kami. Saat itu ia masih berumur 5 tahun. Dengan takut ia terus bertanya padaku ‘kenapa ibu menangis?’.

            “Kalau kalian yakin, ibu menyetujui kok.” Mereka berdua memelukku. Aku tak ingin egois. Aku malah tak ingin melihat Jihan menderita hanya karena egoku.

            “Terima kasih ibu.”

            “Aku janji, bu. Akan menjaga Jihan dengan baik.”

            “Jangan berjanji padaku, berjanjilah pada Jihan, nak.”

            Takdir. Hal itulah yang telah menyelimuti kehidupanku. Sejauh apa kau berlari, maka saat kau berhenti kau akan bertemu dengan takdir yang telah kau jauhi sebelumnya. Mas Deni, aku tak ingin anak kita bernasib sama sepertiku. Sudah cukup.

(Lyrics) DBSK – Picture Of You

jeonyeok noeuri jigo hana dul kyeojineun
bulbicheul ttaraseo neoege gago isseo
chagaun barame umcheurin ne eokkaega
naeryeoantgi jeone naega gamssajulge
nal bwa love you babogateun geudae
geu modeun geosi naegen da sojunghan geol

geudae wiro tteooreun taeyangmankeum
nuni busin i gaseumeuro
gidaryeojun siganmankeum neol naega jikyeojulge
gidohan modeun kkumi
ganjeolhan nae hyanggiro nama uril hyanghae isseo
More than the air I breathe

balgaol achime hamkke useul su inneun
naui baraemdeuri irwojil su itdorok
naega gidarilge ne son nochi anheulge
nunmulppunira haedo naega dakkajulge
kkeuchi boiji anhado amuri heomhan giriljirado
yaksokhalge my my my my please be mine

geudae wiro tteooreun taeyangmankeum
nuni busin i gaseumeuro
gidaryeojun siganmankeum neol naega jikyeojulge
gidohan modeun kkumi
ganjeolhan nae hyanggiro nama uril hyanghae isseo
More than the air I breathe

saranghandago ijen geudaeppunirago
jeo haneulkkeute sorichyeo jeonhago sipeo
love you teojil deutan gaseumi geudaereul bureugo isseo
apeun siryeoni uril chajawado geu apeume mok meeowado
da eorumanjyeo jul su inneun naega deo saranghalge
tumyeonghan useumkkochi banjjagineun jeo byeoldeulcheoreom areumdapge
neol neomaneul bichwojulge

geudae wiro tteooreun taeyangmankeum
nuni busin i gaseumeuro
gidaryeojun siganmankeum neol naega jikyeojulge
saranghae neol saranghae
sesang gajang nunbusin geudae kkumgyeolgateun i mam
More than the air I breathe

(Lyrics) BoA – Only One

멀어져만 가는 그대 You’re the only one
meoreojyeo man ganeun geudae You’re the only one
내가 사랑했던 것만큼 You’re the only one
naega saranghaetdeon geot mankeum You’re the only one
아프고 아프지만 바보 같지만 Good bye
apeugo apeujiman babo gatjiman Good bye
다시 널 못 본다 해도 You’re the only one
dasi neol mot bonda haedo You’re the only one
Only One
어색하게 마주앉아 사소한 얘기로 안부를 묻고
eosaekage maju anja sasohan yaegiro anbureul mudgo
가끔 대화가 끊기는 순간에는
gakkeum daehwaga kkeunh gineun sunganeneun
차가운 정적 우릴 얼게 만들어
chagaun jeongjeog uril eolge mandeureo
지금 이 자리에서 우리는 남이 되겠지
jigeum i jarieseo urineun nami doegetji
어느 누군가는 눈물 흘리며 남겠지만
eoneu nugun ganeun nunmul heullimyeo namgetjiman
상처 주지 않으려고 자꾸 애를 써가면서
sangcheo juji anheul yeogo jakku aereul
눈치 보는 니 모습 싫어 So I’ll let you go
sseogamyeonseo nunchi boneun ni moseub sirheo So I’ll let you go
내 사랑 이제는 안녕 You’re the only one (You’re the only one)
nae sarang ijeneun annyeong You’re the only one (You’re the only one)
이별하는 이 순간에도 You’re the only one
ibyeol haneun i sunganedo You’re the only one
아프고 아프지만 바보 같지만 Good bye
apeugo apeujiman babo gatjiman Good bye
다시 널 못 본다 해도 You’re the only one
dasi neol mot bonda haedo You’re the only one
Only One
You’re the only one, Only One
갑작스런 나의 말에 왠지 모르게 넌 안심한듯 해
gabjag seureon naui mare waenji moreuge neon ansimhan deutae
어디서부터 우린 이렇게 잘못된 걸까
eodiseo buteo urin ireoke jalmotdoen geolkka orae jeonbuteo,
오래 전부터 다른 곳만 기대한 건 아닌지
dareun gotman, gidaehan geon aninji
너무 다른 시작과 끝의 그 날카로움이
neomu dareun sijaggwa kkeutui geu nalkaroumi
내 심장을 찌르는 아픔은 왜 똑같은지
nae simjangeul jjireuneun apeumeun wae ttoggateunji
벅찬 가슴이 한 순간에 공허하게 무너져서
beogchan gaseumi han sungane gongheohage muneojyeoseo ireon
이런 내 모습 어떻게 일어설까
nae moseub eotteoke ireo seolkka
내 사랑 이제는 안녕 You’re the only one (You’re the only one)
nae sarang ijeneun annyeong You’re the only one (You’re the only one)
이별하는 이 순간에도 You’re the only one
ibyeol haneun i sunganedo You’re the only one
아프고 아프지만 바보 같지만 Good bye
apeugo apeujiman babo gatjiman Good bye
다시 널 못 본다 해도 You’re the only one
dasi neol mot bonda haedo You’re the only one
내 머릿속은 언제쯤 너를 지울까 (I will let you go)
nae meorit sogeun eonje jjeum neoreul jiulkka (I will let you go)
하루 이틀 한달, 멀게는 아마 몇 년쯤 (My baby can’t forget)
haru iteul handal, meol geneun ama myeot nyeon jjeum (My baby can’t forget)
그리고 언젠가 너의 기억 속에는
geurigo eonjenga neoui gieog sogeneun
나란 사람은 더 이상 살지 않겠지 지우겠지
naran sarameun deo isang salji anketji jiugetji
Only One, Only One
You’re the only one, Only One
You’re the only one, Only One
You’re the only one, Only One

(Lyrics) BoA – No.1

Odum soge ni orgur bodaga
Nado molle nunmuri hullosso
Sori obshi nar taraomyo bichun gon
FINALLY nar argo gamssajungoni
Choum ne sarang bichwojudon non
Naui ibyorkaji bongoya

YOU STILL MY NO.1 nar chaji marajwo
Naui surphum garyojwo
Jo gurum gwie norur sumgyo bichur dadajwo
Gurur anun igiri ne nunmur moruge …

Byonhan gurur yoghajin marajwo
Ni orgurdo jogumshig byonhanika
BUT I MISS YOU … nor ijur su issur ka
WANT YOU BACK IN MY LIFE
I WANT YOU BACK IN MY LIFE
Naui sarangdo jinan chuogdo modu da sarajyo gajiman

YOU STILL MY NO.1
Borumi jinamyon jagajinun surphun bid
Nar deshin heso gui girur beunghejulle
Moda jonhan ne sarang nachorom bichwojwo

Gakum jamdun naui change chajawa gui anbur jonhejulle
Na kumgyor sogeso tatuthan gui son nukir su idorog

Woh … doo doo doo doo …

Hajiman onurbam nar chaji marajwo
Naui surphum garyojwo
Jo gurum gwie norur sumgyo bichur dadajwo
Gurur anun igiri ne nunmur moruge

Borumi jinamyon jagajinun surphun bid
Nar deshin heso gui girur beunghejulle
Moda jonhan ne sarang YOU STILL MY NO.1

You Still My NO. 1 …

(Lyrics) Girls’ Generation – Oh! (Japanese Version)

[All] Shoujo no egao ni brand new sound
([Tiffany] I like the way you smile)
Sekai ga mawatte one more round
([Tiffany] Like the way you talk)
Dance dance dance till we run this town
([Tiffany] Whenever you’re ready)
Oppa oppa I’ll be I’ll be down down down down
([Tiffany] Wanna be… something new, oh)

[Seohyun] Hey otona ni wa wari to narenai
[Tiffany] Sore ga ii yo ne my boo ha
[Yuri] Meiku shite kokoro hazumu
[Jessica] Wana o kakete darling

[Taeyeon] Tsugitsugi haadoru atte mo
Chakuchaku sakusesu aru no yo
[Sooyoung] Otomeda wa mune no kane ga
[Yoona] Maha gone too gone

[All] Oh oh oh oh ppareul saranghae
Ah ah ah ah manhi manhihae
[Sunny] Sugu ni doko ka itsu chau yo
[Taeyeon] Chidjimaranai kyori yada yo

[All/Taeyeon] Dou ka dou ka tsunaide
([Seohyun] Oh~)

[All] Shoujo no egao ni brand new sound
Sekai ga mawatte one more round
Dance dance dance till we run this town
Oppa oppa I’ll be I’ll be down down down down

[Jessica] O jama ka na shokkuna genba
[Sunny] Kanojo iru no oh my god
[Sooyoung] Douse ima wa koibito ika yo
[Hyoyeon] Itsumo no koto too bad

[Tiffany] Mudamuda denwa o kakete mo
Uchiakecha dame chiru wa yo
[Hyoyeon] Otomenara ichido kimetara
[Seohyun] Zutto matsu no

[All] Oh oh oh oh ppareul saranghae
Ah ah ah ah manhi manhihae
[Yuri] Sugu ni doko ka itsu chaisou
[Taeyeon] Chidjimaranai koi yada yo

[All/Sunny] Shokkuna haato uchinuite
([Seohyun] Oh~)

[All] Shoujo no negao o brand new sound
Mitsumete onegai one more night
Dandan ijiwaru mahou wa
Motamota irenai no no no no

[Jessica] Tell me boy boy love it it it it it it it ah

[All] Oh oh oh oh
Ah ah ah ah
Oh oh oh oh oh oh oh oh ppareul saranghae
Ah ah ah ah ah ah ah ah majimaji

[All/Taeyeon] Dou ka dou ka tsunaide
([Seohyun] Oh~)

[All] Oh oh oh oh
Ah ah ah ah
Oh oh oh oh oh oh oh oh ppareul saranghae
Ah ah ah ah ah ah ah ah manhi manhihae
Oh oh oh oh oh oh oh oh ppareul saranghae
Ah ah ah ah ah ah ah ah majimaji oh

(Lyrics) Onew – In Your Eyes

dan hanbeondo marhan jeog eobtjiman
sasil marya nan geunare i simjangi
ttwineun geol neukkyeosseo
cheoeum buteo nan al su isseosseo
hwagsinhal sun eobseot jiman imi urin
jeonghaejin unmyeong gatasseo
sarangeun naegero wa
neoreul ikkeuneun siganeuro
yeongwonhi kkaeji anhneun
kkumman gatasseo jeongmal
kkumman gataseo
cheoeum mannan geunareul gieoghae
nuni busige bitnadeon geureon
nare naege watwotdeon
gomawo niga naege watwoseo
cheoeum buteo nan al su isseosseo
hwagsinhal sun eobseot jiman imi
urin jeong haejin unmyeong gatasseo
sarangeun naegero wa
neoreul ikkeuneun siganeuro
yeong wonhi kkaeji anhneun
kkumman gatasseo jeongmal
kkumman gataseo
nal bomyeo utneun neo
ireoke joheun nal
wae nunmuri nalkka
nae nuneneun
yeong wonhi kkaeji anheul
kkum igil barae
neul byeonchi anhgireul
sarangi meomuneun got
uri hamkke hal siganeuro
yeong wonhi byeonchi anheul
kkumman gatasseo naegen
kkumman gataseo
cheoeum mannan geunareul gieoghae
nuni busige bitnadeon geureon
nare niga watwoseo
gomawo jeongmal

(Lyrics) Urban Zakapa – My Love

Baby my love, geu nare uri
apeun gi eok, geudae egen geureohke
barae jigo, barae jineun
tto dareun ibyeol ye heun jeogi getjyo
namgyeo jin uri, apeun sangcheo
nae sesangen neomu do
sojung hago, sojung haetdeon
dan hana ppunin geudae ye heunjeok

da, ijeot da haetjyo
ani, ijeun cheok haryeo haet getjyo
oraen gi eok soge, geudael dama dugoseo

chama watdeon i shigan deul
deoneun geureoji mothae, noha boryeo haet jiman
chu eok iran mal soge ajik do nan, seoseong igo isseot jyo, oh

Baby my love, geu nare uri
apeun gi eok, geudae egen geureohke
barae jigo, barae jineun
tto dareun ibyeol ye heun jeogi getjyo
namgyeo jin uri, apeun sangcheo
nae sesangen neomu do
sojung hago, sojung haetdeon
dan hana ppunin geudae ye heunjeok

geureohke, geudae son nohji anhgo
nae maeum, geudae ege mal haet damyeon
Still need you to want you to stay by my side
uri hamkke yeosseul geol (Baby my love)

geuri um, geu maeum soge
geudae neun meon gose boyeo do
dareun sarangeuro miwo haedo
gyeolguk geudae jyo

Baby my love, geu nare uri
apeun gi eok, geudae egen geureohke
barae jigo, barae jineun
tto dareun ibyeol ye heun jeogi getjyo
namgyeo jin uri, apeun sangcheo
nae sesangen neomu do
sojung hago, sojung haetdeon
dan hana ppunin geudae ye heunjeok

(lyrics) BoA – The Shadow

The Shadow nareul ttaraoneun ttokgateun nae moseup sumeobogo sipeodo pihal
Suga eomneun
Moduga saenggakhaneun danmyeon eolgul wie salmyeosi eonjeonoheun Mask geu
Dwie inneun

Geu nunmureul boanni Have you geu seulpeumeul boanni See how I do
Geu apeumeul nan ditgoseo ireonasseo kkeuchira neukkin sungane

The Shadow nal ttaraoneun nal baraboneun ne siseon nunbit geu modeun geosi
Nal eolge mandeureo
The Shadow nal gamssajuneun nal jikyeojuneun ne moseup jonjae geu modeun
Geosi nal salge mandeureo

Jomyeongi nareul bichumyeon neowa hamkke chumeul chwo nae modeun
Pyohyeoneun neoege dagagaji
Eodume dachimyeon neon nae mome deureowa hanaui bicheuro cheoncheonhi
Muldeureogaji

Geu nunbicheul boanni (boanni) Have you geu sunganeul neukkyeonni See how I
Do
Geu gippeumeul kkeureoango dangdanghage dasi sijakhae neowa na (neowa na)

The Shadow nal ttaraoneun nal baraboneun ne siseon nunbit geu modeun geosi
Nal bichugo isseo
The Shadow nal gamssajuneun nal jikyeojuneun ne moseup jonjae geu modeun
Geosi nal jikigo isseo

Sigane ttara byeonhaneun nae moseube neodo byeonhae jayeonseureon byeonhwae
Sihaengchago gyeokkgon haji (sihaengchago gyeokkgon haji)
Jogeumssik kkaedaragago injeonghaneun sigan soge yeongwonhi itji motal
Ganjikhago sipeun The Shadow

Nal barabogo itgetji nal jikyeojugetji eodiedo neowa hamkkeramyeon ijen
Neoreul barkhilge
Naega geoureul tonghae malhadeut neoneun (geoureul tonghae malhadeut
Neoneun) nal saenggakhage mandeureo yonggireul jwo (saenggakhage mandeureo)
Nega jun bitgwa momjit (bitgwa momjit sorideul) geu sorideuri uril dasi
Ireukyeo jwo (dasi ireukyeojwo)

(I wanna show you what I mean)
The Shadow nal ttara oneun nal bara boneun ne siseon nunbit geu modeun geosi nal utge mandeureo
The Shadow nal ttaraoneun nal baraboneun ne siseon nunbit geu modeun geosi
Nal utge mandeureo
The Shadow ijen nae mom aneseo neol jikyeo julge nae soge jarihan tto
Hanaui The Shadow
(Tto hanaui The Shadow)

(Lyrics) Dana CSJH – Maybe We

hogsi neodo jigeum nae saenggag haneunji
nuneul gamado nan jakku niga boyeo
eojjeomyeon urin cheom buteo
yegamhaet neunji molla
neomu sojunghan saram
naega deo manhi saranghal saram
ireoke su manheun saramdeul junge neoyeoseo
gateun sesang su manheun inyeon junge neoraseo
eonjena nal jikyeo juneun
naboda deo nal manhi saranghae juneun saram
bogo isseumyeon geunyang useum naneun saram
jigeum cheoreom uri neul haengbogha gireul
niga naege wajun seonmul gateun sigan
eojjeomyeon urin cheom buteo
yegamhaet neunji molla
neomu sojunghan saram
naega deo manhi saranghal saram
ireoke su manheun saramdeul junge neoyeoseo
gateun sesang su manheun inyeon junge neoraseo
eonjena nal jikyeo juneun
naboda deo nal manhi saranghae juneun saram
bogo isseumyeon geunyang useum naneun saram
sigani jinado sarang
neul byeonchi anh gireul
saranghae dasi tto tae eonado
neoman saranghae
i neol beun haneul arae manheun saramdeul junge
yeong wonhi ojig neo hana maneul nan saranghae
eonjena nal jikyeo juneun
naboda deo nal manhi saranghae juneun saram
bogo isseumyeon geunyang useum naneun saram