Rumus bahasa Korea

Saya hanya mecopas artikel ini dari sebuah blog yang saya sudah lupa namanyaJ. Mian, saya hanya mereblog kembali.

1.       Kalimat berita sederhana positif

Subject + (un/nun) + kata benda + (ga/i) + (yeyo/iyeyo)

Keterangan :

–          Un, dipakai jika akhiran hurufnya konsonan

–          Nun, dipakai jika akhiran hurufnya vocal

–          Ga, dipakai jika akhiran hurufnya vocal

–          I, dipakai jika akhiran hurufnya konsonan

–          Yeyo, dipakai jika akhiran hurufnya vocal

–          Iyeyo, dipakai jika akhiran hurufnya konsonan

Contoh :

Nanun daehaksaengiyeyo

Saya adalah seorang murid

Atau jika dipisah seperti rumus menjadi :

Na + nun + daehaksaeng + I + yeyo

2.       Kalimat penyangkalan sederhana (negatif)

Subject + (un/nun) + kata benda + aniyeyo

Keterangan :

–          Un, dipakai jika akhiran hurufnya konsonan

–          Nun, dipakai jika akhiran hurufnya vocal

Contoh :

Kyuhyunun soselgaaniyeyo

Kyuhyun  bukan seorang penulis novel  #tapi maniak game #PLAK #ditabok sparkyu

Atau jika dipisah seperti rumus menjadi :

Kyuhyun + un + soselga + aniyeyo

3.      Pemilik barang

Ui

Contoh :

Eunhyuk-ui chaek

Buku milik Eunhyuk   

Nah memberdeul, itu tadi 3 rumus yang admin tau. Kita juga harus punya banyak kosakata bakor supaya dapat membuat kalimat yang baik dan benar dalam bakor. Admin usaha banget nih nyari rumus ini,,,

3 hal dasar yang sangat mempengaruhi pola perubahan kata kerja dalam pembentukan kalimat sederhana, yaitu:

>> Penghilangan Subyek dan/atau obyek.

>>Susunan kata.

>> Tingkat kesopanan berbicara.

Ketika berbicara dalam bahasa korea, kita harus memperhatikan siapayg kita ajak berbicara, apa hubungannya dengan kita, umur, dan status sosial untuk dapat menerapkan pilihan kata yang sopan dan tepat. Ada beberapa tingkatan kesopanan berbicara yang diletakkan sebagai akhiran (sufiks) pada akhir kata kerja sebuah kalimat. Secara umum, tingkatan kesopanan tersebut dibagi menjadi 3 kategori/bentuk yaitu:

– Bentuk sopan informal: bentuk ini digunakan pada situasi formal dan umuumnya digunakan pada percakapan antar pria. kalimat bentuk ini terdapat 2 macam akhiran yaitu:

*akhiran kata “mnida” . jika akhir kata kerja/kata sifat dasar berakhiran huruf Vokal .

Contoh:kada =>  ka (pergi) > kata kerja “ka” diakhiri dengan huruf vokal yaitu A, maka ditambahkan akhiran mnida menjadi = kamnida yang artinya ttap (pergi)

*akhiran “seumnida” , jika akhir kata kerja/kata sifat dasar berakhiran huruf konsonan.

Contoh: Meogda =>  Meog (makan) > kata kerja “meog” diakhiri dengan huruf konsonan yaitu G, maka ditambahkan akhiran seumnida menjadi = meogseumnida yang artinya tetap (Makan)

– Bentuk sopan informal: bentuk ini umumnya digunakan untuk percakapan sehari-hari. Khususnya digunakan oleh wanita. Kalimat bentuk ini terdapat 3 macam akhiran yaitu:

*akhiran “ayo” . jika kata kerja/kata sifat dasar berakhiran huruf “a”  dan “o” .

Contoh: kada => ka (pergi) > kata kerja “ka” diakhiri huruf voka “A” maka ditambahkan akhiran ayo menjadi = kayo bukan kaayo . yang artinya tetap sama yaitu pergi

Oda => O (datang) > kata kerja “o” terdiri dari satu huruf vokal maka ditambahkan akhiran ayo menjadi  = wayo (datang) . huruf O bertemu dengan akhiran Ayo maka akan berubah menjadi huruf WA dalam hangul .

* akhiran “eoyo“, jika kata kerja/kata sifat dasar berakhiran selain huruf “a” , “o”  dan “hada”

Contoh: Gidarida => gidari (datang) + eoyo (akhiran) = gidaryeoyo . akhiran huruf “i” apabila bertemu dengan akhiran “eoyo”, maka akan berubah menjadi “yeoyo” sesuai dengan penulisan dalam huruf hangul .

* akhiran “yeoyo” , jika kata kerja/kata sifat dasar berakhiran “hada”  .

Contoh: ilhada (bekerja) => ilha (bekerja) + yeoyo (akhiran) = ilhaeyo (bekerja) .

semua akhiran hada, akan berubah menjadi hae .

– Bentuk penghargaan/penghormatan: bentuk ini digunakan ketika berbicara pada orang yang berkedudukan lebih tinggi seperti atasan, klien, tamu, orang yang lebih tua atau yang dituakan, serta orang yang kedudukan sosial na lebih tinggi . bentuk ini tidak boleh digunakan ketika berbicara merujuk pada diri sendiri. Bentuk ini dibagi menjadi 2, yaitu:

* Akhiran “seyo'” , jika kata kerja/kata sifat berakhiran huruf vokal.

*Akhiran “euseyo” , jika kata kerja/kata sifat berakhiran huruf konsonan .

oke .. segini dulu catetan dari lead .. mian lok ada kesalahan dari materi dan penulisan na .. ^^

LEARN KOREAN LANGUAGE

  1. Penyengauan tejadi bila huruf ㅂ /b/, ㅍ /ph/, ㄷ /d/, ㅌ /th/, ㄱ /g/, dan ㅋ /kh/ di akhir suku kata bertemu dengan huruf ㅁ /m/ dan ㄴ /n/ di awal suku kata yang mengikutinya.

Rumus:

  • ㅂ, ㅍ + ㅁ/ㄴmenjadi ㅁ
  • ㄷ, ㅌ + ㅁ/ㄴ menjadi ㄴ
  • ㄱ, ㅋ + ㅁ/ㄴ menjadi ㅇ

Contoh:

  • Apabila ㅂ, ㅍ huruf bertemu dengan huruf ㅁ atau ㄴ dibaca ㅁ

습니다 (니다 seumnida), 앞문 (문 ammun)

  • Apabila huruf ㄷ, ㅌ bertemu dengan huruf ㅁ atau ㄴ dibaca ㄴ

받는다 (는다 banneunda), 낱말 (말 nanmal)

  • Apabila huruf ㄱ, ㅋ bertemu dengan huruf ㅁ atau ㄴ dibaca ㅇ

한국(국 hang guk), 친구 (구 ching gu), 학년 (년 hang nyeon)

2. Pengucapan untuk konsonan akhir yang bunyinya berubah

Contoh:

  • ㄲ, ㅋ bunyinya berubah menjadi k

부엌 (bu eok), 솎다 (sok da)

  • ㄷ, ㅅ, ㅈ, ㅎ, ㅆ, ㅊ, ㅌ bunyinya berubah menjadi t

닫다 (dat da), 옷 (ot), 놓다 (not da), 빛 (bit)

3. Apabila konsonan akhir diikuti dengan huruf ㅁ maka pengucapan konsonan akhir akan menggantikan posisi huruf ㅇ.

Contoh:

믿 음 (미듬 mideum), 사람이 (사라미 sarami)

4. Apabila konsonan akhir huruf ㅂ/b/, ㄷ /d/ dan ㄱ /g/ bertemu dengan huruf ㅂ /b/, ㄷ /d/, ㄱ /g/, ㅈ /j/, dan ㅅ /s/ maka pengucapannya berubah menjadi ㅃ, ㄸ, ㄲ, ㅉ, ㅆ

Rumus:

  • ㅂ, ㄷ, ㄱ + ㅂ menjadi ㅃ
  • ㅂ, ㄷ, ㄱ + ㄷ menjadi ㄸ
  • ㅂ, ㄷ, ㄱ + ㄱ menjadi ㄲ
  • ㅂ, ㄷ, ㄱ + ㅈ menjadi ㅉ
  • ㅂ, ㄷ, ㄱ + ㅅ menjadi ㅆ

Contoh:

납부 (납 nan ppun)

법대 (법 beob ttae)

답장 (답 dab cang)

학생 (학 hak ssaeng)

입국 (입 ib kuk)

  1.  5. Apabila huruf ㅂ, ㄷ, ㄱ, ㅈ bertemu dengan huruf ㅎ di awal suku kata yang mengikutinya maka bunyinya akan berubah menjadi ㅍ, ㅌ, ㅋ, ㅊ.

Rumus:

  • ㅂ + ㅎ menjadi ㅍ
  • ㄷ + ㅎ menjadi ㅌ
  • ㄱ + ㅎ menjadi ㅋ
  • ㅈ + ㅎmenjadi ㅊ

Contoh:

입항 (이 i phang)

낳다 (나 na tha)

이렇게 (이러 i reo khe)

그렇지 (그러 keu reo chi)

6.Apabila huruf ㄷ dan ㅌ di akhir suku kata bertemu huruf 이 di awal suku kata maka bunyinya akan berubah.

Rumus:

  • ㄷ + 이 menjadi 지
  • ㅌ + 이 menjadi 치
  • ㄷ + ㅎ + 이 menjadi 치

Contoh:

굳이 (구 gu ji)

같이 (가 ga chi)

받히다 (바다 ba chi da)

7.Konsonan ㄹ diucapkan ㄴ apabila mengikuti konsonan ㅁ, ㅇ, ㅂ dan ㄱ di akhir suku kata yang mengikutinya.

Pengecualian: khusus konsonan ㅂ dan ㄱ yang mengikuti konsonan ㄹ, ㅂ berubah menjadi ㅁ dan ㄱ menjadi ㅇ (rumus nomor 2).

Rumus:

1. ㅁ + ㄹ menjadi ㅁ + ㄴ

ㅇ + ㄹ menjadi ㅇ + ㄴ

2. ㅂ + ㄹ menjadi ㅁ + ㄴ

ㄱ + ㄹ menjadi ㅇ + ㄴ

Contoh:

  1. 심리 (심 sim ni)

함량 (함 ham nyang)

생략 (생 saeng nyak)

종류 (종 jong nyu)

  1. 법령 (범녕 beom nyeong)

국립 (궁닙 gung nib)

8. Konsonan ㄴ diucapkan ㄹ apabila diikuti konsonan ㄹ.

Rumus:

  • ㄴ + ㄹ
  • ㄹ + ㄴ

keduanya menjadi ㄹ + ㄴ

Contoh:

신라 (라 sil la)

신력 (력 sil lyeok)

한림원 (림원 hal lim won)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s